Oleh: Muhamad Fahmi Hakim, S.Hum. (GES Environmental Engineer)
A graduate from UNDIP (Universitas Diponegoro) Semarang and currently working on PT. GES (Ganeca Environmental Services) Bandung as Junior Engineer. Has an interest in field work, septage management, water quality monitoring, Community Based Management. Hobby traveling, sport, film and social interaction with other people.
Listrik merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi manusia, penggunaan listrik tidak bisa dilepaskan dari kegiatan manusia. Salah satu program pemerintah adalah memenuhi kebutuhan listrik dengan kapasitas 35.000 MW. Salah satu kota yang menjadi sasaran dalam memenuhi kebutuhan listrik adalah di Desa Karang Indah, Kabupaten Merauke, Kecamatan Merauke. Hal ini dilakukan untuk memenuhi pasokan masyarakat akan kebutuhan listrik. Lokasi PLTMG ini berada tepat di wilayah DAS Sungai maro yang merupakan salah satu pemasok kebutuhan air masyarakat di Kabupaten Merauke. Perjalanan menuju lokasi ini ditempuh dengan menggunakan jalur udara dan dapat memakan waktu 8 Jam.
Rencana pembangunan PLTMG ini akan dibangun di lahan seluas 2 ha dengan kapasitas 20 MW, sesuai perencanaan di lokasi ini akan dibangun 2 lokasi PLTMG. Pembangunan ini merupakan salah satu rencana dalam RTRW Kabupate Merauke yang dijadikan sebagai kawasan pengembangan sistem jaringan energi. Untuk mewujudkan pembangunan berbasis lingkungan serta melakukan kegiatan pemantauan dan pengelolaan lingkungan , maka diadakan kunjungan ke lokasi PLTMG untuk melakukan beberapa kajian mengenai bebrapa aspek diantaranya, yaitu aspek lingkungan, sosial, regulasi dan teknis.
Dalam kunjungan ke lokasi PLTMG, dilakukan beberapa kegiatan antara lain wawancara dengan masyarakat lokal, pengujian kualitas air, bathymetri dan pengambilan foto udara. Selama melakukan kegiatan didampingi oleh Bapak Jeffry selaku site manager pada pembangunan PLTMG ini. Kunjungan ini dilakukan selama 3 hari. Hasil pengujian kulaitas air dilokasi ini secara umum memenuhi baku mutu, sedangkan untuk pengkurn kedalaman di aliran Sungai Maro mencapai 10 -12 meter.
Hasil yang diharapkan setelah melakukan kajian mengenai aspek-aspek tersebut dan melakukan kunjungan lapangan adalah kegiatan pembangunan berbasis lingkungan serta upaya memantau dan mengelola lingkungan dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Disclaimer: You may use and re-use the information featured in this website (not including GES logos) without written permission in any format or medium under the Fair Use term. We encourage users to cite this website and author’s name when you use sources in this website as references. You can use citation APA citation format  as standard citation format. Any enquiries regarding the use and re-use of this information resource should be sent to info@gesi.co.id